Blog Archives

“Lembah Anai Maimbau”

Dahulu, sewaktu kecil dan masih tinggal di Bausasran, Yogya, di belakang rumah persis, ada asrama mahasiswa Minangkabau. Asrama Lembah Anai namanya. Salah satu penghuninya adalah Om Iwan, yang sampai aku dewasa masih berhubungan dengan Keluargaku. Tapi sudah lama juga tidak mendengar kabar beritanya.

Jadi mengunjungi Lembah Anai serasa memenuhi panggilan. Lembah yang subur dengan banyak mata air. Tak heran bila di sepanjang jalan banyak terdapat kolam-kolam pemandian umum.

Primadona Lembah ini adalah airterjun Lembah Anai yang letaknya persis di tepi jalan raya Padang – Padang Panjang.

Maimbau = memanggil

Advertisements

Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang yang merupakan ikon Kota Bukittinggi ini selesai dibangun pada tahun 1926.  Merupakan hadiah dari ratu Wilhelmina dari negeri Belanda untuk administrator kota Bukittinggi waktu itu.  Menara dengan ketinggian 26 meter ini, hingga sekarang, merupakan bangunan tertinggi di Bukittinggi. Bangunan lain tidak boleh melebihi tinggi Jam Gadang.

Saya dan Maga mengunjungi tempat ini pada tanggal 7 Mei 2018.

Lawang Sewu: Dari Pintu ke Pintu

Lawang Sewu dari simpang Pemuda

Entah sudah berapa puluh kali kami melewati bangunan ini – dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Yogya atau Surabaya dan sebaliknya – tapi baru kali ini kami menyempatkan diri untuk mampir.  Lawang Sewu yang dalam benak kami selama ini adalah bangunan tua, kumuh dan singup, ternyata merupakan bangunan cantik dengan pesona unik.  

lawang-sewu-0

lawang-sewu-3a

lawang-sewu-4

Bangunan utama Lawang Sewu mulai dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.  Keseluruhan kompleks dirampungkan pada tahun 1919.  Bangunan ini awalnya diperuntukkan untuk kantor Naderlandsch -Indissche Spoorweg Maatschappij, perusahaan perkeretaapian pertama di India Timur.

lawang-sewu-2

Pada jaman penjajahan Jepang, bangunan ini diduduki dan dijadikan markas tentara Jepang.  Di lantai bawah tanah (basement) dimanfaatkan sebagai penjara.  Konon juga sebagai tempat untuk eksekusi.  Mungkin cerita-cerita mengenai angkernya tempat ini berawal dari kejamnya penjara Jepang.

lawang-sewu-5

lawang-sewu-6

Berjalan-jalan di pagi hari, jauh dari suasana angker.  Saya justru sangat menikmati kecantikan setiap bangunan.  Betapa beruntungnya bila bisa bekerja di tempat dengan arsitektur yang indah seperti ini.

lawang-sewu-7

lawang-sewu-8

lawang-sewu-9

lawang-sewu-10

lawang-sewu-12

lawang-sewu-13

lawang-sewu-14

lawang-sewu-16

lawang-sewu-20

lawang-sewu-17

lawang-sewu-18

Kaca-kaca patri yang asli bergaya Eropa masih dipertahankan hingga hari ini.  Dengan sinar matahari yang berusaha menerobos masuk menjadikan warna-warna kaca pateri semakin cemerlang.

lawang-sewu-19

lawang-sewu-22

lawang-sewu-23

lawang-sewu-24

lawang-sewu-25

Selain untuk mempelajari sejarahnya, tempat ini juga cocok untuk berfoto ria.  Banyak sudut dan lorong yang sangat unik sebagai background foto

lawang-sewu-34b

lawang-sewu-27

lawang-sewu-28

Lantas, apakah benar ada seribu pintu di Lawang Sewu.  Hampir mencapai seribu.  Tapi bukan jumlah pintunya, melainkan daun pintu.  Untuk satu pintu bisa ada 6 daun pintu.  Perhatikan gambar di bawah.  Dalam satu pintu ada 2 daun pintu dalam, dan 4 lembar daun pintu luar.  Nah kalau menghitungnya seperti itu, memang bisa dibilang ada sekitar seribu pintu di Lawang Sewu.

lawang-sewu-30

lawang-sewu-31

lawang-sewu-29

Waterlemon Bay

Waterlemon Bay 1

Waterlemon Bay, St. John, US Virgin Islands, viewed from Annaberg Ruins.

Waterlemon Bay

Kaihomaru: Crispy Baby Shrimps for Lunch

Kaihomaru 2

The ground floor and the first floor of our office building – Citiloft/Citiwalk Sudirman – are dedicated for cafes and restaurants.  More than  twenty eating places serving lunch everyday.  But every day we are still struggling in deciding which restaurant to eat.

Kaihomaru, a Japanese Restaurant, on the 1st floor is the solution that we always take, when we don’t know which one to go.  The dishes are light, yet satisfying.    My favorites are shibaebi karaage (crispy baby shrimps) and sake onigiri (salmon rice ball)

Categories:

Japanese

Address:

Citiwalk Sudirman

Jl. KH Mas Mansyur No. 121

1st floor.  Unit 11

Jakarta

Telp: +62 21 2991 8916

Ambience:

Typical Japanese diner

Attire:

Semi formal, office attire

Our Order and Price Range:

Kaihomaru 1

Kaihomaru 3

Kaihomaru 4

Kaihomaru 5

Date of   Visit:

April 21, 2014.  Lunch with Maga.

Bale Raos: Royal Cuisine ala Kraton Yogyakarta

Bale Raos 2

A few times I had dinner with my family in Bale Raos Yogyakarta, which was located inside the Kraton (Palace).  I really loved the ambiance of the restaurant. Very Javanese and very royal.  As for the dishes, not so much that I could remember.

Bale Raos had opened its branch in Jakarta in Kebayoran Baru area.  The atmosphere was different than that in Yogya. Very ordinary.  And still, there was nothing special about the main dishes, although it was written in the menu, that this dish was the favorite of this Sultan and that dish was the favorite of other Sultan.   However,  the traditional desserts were very very very good.  Will be back for the desserts.

 

Categories:

Javanese, Traditional

Address:

Jl. Suryo No. 15

Kebayoran Baru

Jakarta Selatan

Telp: +62 739 5785

Ambience:

Bale Raos 8

 

Attire:

Casual

Our Order and Price Range:

Bale Raos 3

 

Bale Raos 4

 

 

Bale Raos 5

 

Bale Raos 6

Bale Raos 7

Date of   Visit:

April 19, 2014.  Dinner with Maga and Andy Jamie

Bale Raos 1

Doors and Alleys in Charlotte Amalie

Alley 17

 

In addition to its beautiful turquoise beaches, we can enjoy the uniqueness of St. Thomas, US Virgin Islands by wandering around its Capital City, Charlotte Amalie.  The followings are photos of doors and alleys that I took during my visit on last January 2014

 

alley 1

Alley 2

Alley 16

Alley 14

Alley 15

 

Alley 13

Alley 12

Alley 11

Alley 10

Alley 9

Alley 8

Alley 6

Alley 7

Alley 5

Alley 4

Alley 3

Kedai Pelangi: Offers Sop Konro and Buras

Kedai Pelangi

Kedai Pelangi, located on the congested street of Jalan Sabang, serves a variety of   traditional  foods of Makassar such as Coto Makassar and Sop Konro, the famous rib soup, complete with buras (rice cake similar to lontong or ketupat, the Javanese rice cakes).   Kedai Pelangi  also offers traditional desserts such as ‘palu butung’ and ‘es pisang ijo’.

If you are in Jakarta and  are longing for Makassar food, Kedai Pelangi is one of the few places you should visit.  A bit of advice. though, if you order Sop Konro remind the server to bring you a very hot soup .  Mine was not as hot as it was  supposed to be.  

Categories:

Makassar Dishes

Address:

Jl. H Agus Salim no 18 A

Jakarta Pusat

Telp: +62 21 315 1999

Ambience:

Kedai Pelangi 4

Attire:

Casual

Our Order and Price Range:

Kedai Pelangi 2

 

kedai pelangi 3

Date of   Visit:

April 14, 2014.  Dinner with Maga and Andy Jamie

“Jester”

jester 2

“Jester”

Swarovski

Made in Austria

Issued Year: 2002

Retired Year: 2005

Height:  98 mm

Designed by: Edith Mair

 

Jester collage

 

 

 

“Pierrot”

Swarovski clown 1

“Pierrot”

(First of the Masquerade Trilogy)

Swarovski

Made in Austria

Issued Year:  1999 annual edition

Retired Year: 1999

Height:  8″

Designed by: Adi Stocker

 

Svarowski Masquarade