Category Archives: Travel

Bakmi Kadin: Untuk Nilai Kenangannya

Bakmi Istimewa Godok Telor - Rp 20.000,-

Sambil nongkrong menikmati Bakmi Godok yang dihidangkan di atas piring yang sudah gempil di sana-sini, kami membahas mengapa setiap kali kami ke Yogya, “Bakmi Kadin”  merupakan salah satu restoran yang wajib dikunjungi.  Dari rasa memang enak, tapi rasa-rasanya banyak tempat lain yang membuat bakmi lebih enak.  Dari sisi tempat, penuh, panas, remang-remang dan sulit cari parkir — walaupun orkes kroncongnya, termasuk unik.  Dari sisi harga, termasuk mahal untuk ukuran Yogya.  Yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa pulang kampung setiap kali berkunjung ke warung ini.  Ada kenangan tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lain …

Categories:

Noodle, Javanese

Address:

Jl. Bintaran Kulon no 3 & 6

Yogyakarta

Indonesia

Telp: +62 274 373 396

Ambience:

Typical Central Java Warung, withour air conditioner

Attire:

Very Casual

Price Range:

Rp 11.000 – Rp 25.000,- per person

Date of   Visit:

July 17, 2011, dinner with Maga, Junior, Mas Ade, Mbak Ully and Wenang

Our Orders and the Prices:

Bakmi Godog Telor                            Rp.  17.000,-

Bakmi Goreng Telor                          Rp.  17.000,-

Bakmi Istimewa Telor                      Rp.  20.000,-

Bajigur                                                 Rp.    3.500,-

Bajigur - Rp 3.500,-

Avenue of the Giants: Betapa Kecilnya Kita

Ada dua jalan utama yang bisa ditempuh bila mau berkendara dari Seattle ke San Francisco atau ke Los Angeles.  Melalui Interstate Highway 5 (I-5) atau US Route 101

Kalau mau cepat, pilihan ada di I-5, karena jalannya lebih lurus, lebar dan melewati pinggiran kota-kota besar seperti Seattle, Tacoma, Olympia,  Portland dan  Salem.  Jadi setiap saat pingin berhenti makan atau menginap, langsung bisa keluar.  Hanya saja menurut saya pribadi, jalan yang menghubungkan Canada di utara dan Mexico di selatan ini  agak membosankan.

Kalau mau menikmati pemandangan alam, US Route 101 jauh lebih menakjubkan.  Highway ini menyusur  pesisir barat Amerika dan melewati tiga negara bagian yakni Washington, Oregon dan California. Di Washington jalan ini bermula di Olympia, walaupun titik paling utaranya ada di Port Angeles dan berakhir di Los Angeles, California).  Salah satu titik wisata yang wajib dikunjungi bila melewati 101 adalah Avenue of the Giants.  Merupakan penggalan jalan 101 lama sepanjang 31 miles paralel dengan US Route 101 yang baru.  Lokasinya sekitar 2 jam dari perbatasan selatan negara bagian Oregon atau sekitar 5 jam dari San Francisco menuju ke utara.

Namanya saja sudah menarik,  Avenue of the Giants… Jalannya para raksasa.  Saya lebih senang mengartikannya sebagai jalan yang dilewati para raksasa.  Walaupun giants disini lebih untuk menggambarkan ribuan pohon redwood raksasa yang umurnya sudah ratusan tahun.

Sepanjang perjalanan di antara pohon-pohon redwood yang menjulang ini, nyaris kami tidak perpapasan dengan mobil lain, sehingga begitu mudah untuk membayangkan kalau kami telah tersesat di habitatnya para raksasa dan raksasi.

Barangkali kalau Raksasanya benar-benar ada, tingginya mungkin seperti gambar di atas.  Bandingkan dengan mobil yang berada di bawahnya.

Melintasi Avenue of the Giants membuat kami sadar betapa kecil dan tidak berartinya kami di tengah-tengah alam semesta ini dan betapa besar, betapa agung, betapa maha sang pencipta kita.

Di antara para raksasa

Rata-rata garis tengah pohonnya lebih dari 2 meter

Untuk memberikan gambaran seberapa besar dan seberapa tingginya rata-rata pohon redwood yang ada di Avenue of the Giants ini dibutuhkan empat frame foto untuk mengabadikannya.

Bagian pohon yang berlubang itu, cukup besar untuk dilewati mobil dan memang sengaja diperuntukkan sebagai obyek pariwisata.  Walaupun sudah dilobangi, pohonnya masih hidup dengan segar bugar.

Mobilpun bisa lewat di bawahnya

Mengendarai mobil melewati pohon ini cukup terkenal di sepanjang Avenue of the Giants.  Berikut adalah melewati pohon di tempat yang lain, yakni di Shrine Drive Thrue Tree.

Lobang alami

Jadi, pada kunjungan Anda ke Amerika Serikat yang akan datang, jangan lupa luangkan waktu Anda untuk mengagumi ciptaan yang Maha Pencipta di Avenue of the Giants ini.

Shabu Nobu: Peach Iced Tea-nya nomer satu

Shabu

Bukan yang paling enak… Namun kalau lagi pingin makan shabu tapi tidak mau jauh-jauh dari rumah, ya inilah salah satu pilihannya.  Sebelum lupa, Peach Iced Tea-nya paling enak dari semua restaurant yang pernah saya kunjungi.

Categories:

Japanese, shabu dan sushi

Address:

Dharmawangsa Square

Jl. Dharmawangsa

Kebayoran Baru

Jakarta

Indonesia

Telp: +62 21 7278 6650

Attire:

Casual

Price Range:

Rp 50.000 – Rp 120,000 per person

Date of   Visit:

July 15, 2011,  dinner with Maga

Our Orders and the Prices:

New Zealand Rib Eye Set - Rp 99.000,-

Spider Roll - Rp 45.000,-

Philly Roll - Rp 45.000,-

Japanese Green Tea                                           Rp 10.000,-

Peach Iced Tea                                                    Rp 19.000,-

Hayam Wuruk: Ayam Tulang Lunak

Ayam Goreng Telor Asin

Kalau makan ayam, saya senang bagian yang banyak tulangnya, sehingga bisa digerogoti ujung-ujung tulangnya.  Nah, di Hayam Wuruk ini kalau makan ayam, bisa dengan tulang-tulangnya.  Bukan cuma ujung-ujungnya saja.

Enggak enaknya, jalan di depannya terlalu padat dan sering macet.  Jadi untuk parkir dibutuhkan keahlian tersendiri.

Categories:

Chicken

Address:

Jl. Gunawarman No. 47

Kebayoran Baru

Jakarta

Indonesia

Telp: +62 21 7234 112

Opening Hours:

10:00 am  –   10:00 pm

Ambience:

Typical Indonesian Restaurant

Attire:

Casual

Price Range:

Rp 25.000 – Rp 50,000 per person

They provide lunch packages priced @ Rp 25.000  to  Rp 35.000,-

Date of   Visit:

July 12, 2011,  lunch with Maga

Our Orders and the Prices:

Ayam Telor Asin                   Rp.  18.000,-/piece

Plencing Kangkung              Rp.  12.500

Plencing Kangkung - Rp 12.500,-

Tahu Telor                              Rp 14.500,-

Tahu Telor - Rp 14.500,-

Sambel Goreng Teri                             Rp  14.500,-

Sambel Goreng Teri - Rp 14.500,-

Grand Central Bulungan: No Pork, No Lard

Ayam Goreng Hong Kong - Rp 120.000,-

Salah satu menu andalan Grand Central ini adalah Ayam Goreng Hong Kong.  Sayang sekali, pada waktu kunjungan kami, ‘Ayam Goreng Hong Kong’-nya terlalu asin.  Untung Sapi Lada Hitamnya begitu enak dan empuk. 

Categories:

Chinese food, Dim Sum, Sea Food.

Address:

Jl. Bulungan Raya No. 22

Jakarta

Indonesia

Telp: +62 21 726 0089

Ambience:

Attire:

Casual

Price Range:

Rp 50.000 – Rp 100.000,- per person

Date of   Visit:

July 7, 2011,  dinner with P. Soehedi, Agung Soehedi, Iin Soehedi, Yoez Soehedi, Meina, Ipunk,  Widya, Fira, Farras, Azmi, Wowo

Our Orders and the Prices:

Ayam Goreng Hong Kong              Rp. 120.ooo,-

Udang Mayonais                              Rp.   86.250,-

Sapi Lada Hitam                              Rp. 135.000,-

Kepiting Lada Hitam                      RP. 180.000,-

Tomiau 3 Telor                                 Rp. 105.000,-

Nasi Goreng Ayam                           Rp    35.000,-

Cumi ala Singapore                          Rp.  90.000,-

Udang Lapis Wijen                           Rp. 86.250,-

Ikan Malas                                          Rp. 190.000,-

Ta Wan: Breakfast In The Afternoon

Bubur Tiga Rasa - Rp 19.500,-

Dari segi lokasi, tempat ini OK sekali.  Kalau tidak sempat sarapan di rumah, dalam perjalanan ke kantor bisa mampir dulu sebentar untuk menikmati bubur.  Dari segi rasa – walau pun tidak istimewa – enggak ada keluhan lah.  Dari segi penyajian… Waduh … masak di tempat yang terbilang mewah ini bubur disajikan di dalam mangkuk yang sudah gempil.  Ah, mungkin kebetulan dan hanya satu saja!!!  Ternyata cah caimeonya juga disajikan di dalam piring gempil juga. 

Categories:

Chinese food, Porridge

Address:

FX Lifestyle X’enter

Jl. Jend Sudirman

Jakarta

Indonesia

Telp: +62 21 25554140

Ambience:

Open and warm

Attire:

Casual

Price Range:

Rp 25.000 – Rp 70,000 per person

Date of   Visit:

June 27, 2011,  lunch with Maga

Our Orders and the Prices:

Bubur Tiga Rasa                    Rp.  15.500,-

Roast Duck                             Rp.  65.000,-

Caimeo in Garlic Sauce        Rp.  19.500,-

Roast Duck - Rp. 65.000,-

Caimeo Bumbu Bawang Putih on chipped serving plate - Rp 19.500,-

Origami: Modern Japanese Cuisine

Sashimi

Kalau ingin makan berbagai makanan Jepang, tapi takut salah order atau takut jangan-jangan ordernya kebanyakan, Origami adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.  Berbagai makanan Jepang cepat saji tersedia disini.  Ada Sashimi, Teppanyaki, Yakitori, Tempura,  Chawan Mushi, bahkan hingga Ramen dan Edamame.  Porsinya pun kecil-kecil dan disajikan dengan apik, sehingga kita bisa menikmati beberapa makanan yang berbeda.

Malam ini saya memulai dengan satu mangkok kecil Oden.  Sambil menunggu Teppanyaki seafood dan sayuran dimasak, saya menikmati chawan mushi dan sashimi.  Sehabis teppanyaki dilanjut dengan tempura dan yakitori.  Sebenarnya saya tergoda untuk mencicipi Ramen yang kata Maga enak sekali, tetapi perut saya sudah mulai penuh.  Tapi enggak menolak ketika berbagi Pizza Jepang yang bertaburkan seaweed, telor salmon dan cheese. 

Categories:

Japanese Buffet Restaurant

Address:

Hotel Nikko  Jakarta

Jl. MH Thamrin 59

Jakarta 10350

Indonesia

Telp: +62 21 2301122

Ambience:

A typical hotel coffee shop

Attire:

Semi formal

Price Range:

Buffet:  RP 250.000,- ++

Date of   Visit:

June 26, 2011,  dinner with Maga and Junior

Our Orders and the Prices:

Buffet

Oden

Yakitori & Kushiyaki

Tempura

Strawaberry Cake

Goodwood Park : Hotel Cantik Kaya Sejarah

Sudah belasan kali aku melewati hotel ini dan mengagumi bangunannya dari luar, namun tidak pernah berkesempatan untuk tinggal.  Pernah sekali, 4 tahun yang lalu diundang makan siang disana.  Tapi ya itu tadi, cuma sebatas makan siang.  Tidak benar-benar menikmatinya.  Akhirnya kesempatannya muncul juga.  Suami ikut seminar yang diadakan di Goodwood Park Hotel.  Mana boleh kesempatan langka ini disia-siakan.  Ternyata sejarah hotel ini tidak kalah menariknya dari bangunan fisiknya.

Sejarah hotel ini dimulai pada tahun 1900 dengan  didirikannya Teutonia Club, Klub elit untuk warga Jerman yang bermukim di Singapura.

Pada tahun 1918, tiga kakak beradik Yahudi dari keluarga Manasseh membeli properti ini dan merubah namanya menjadi Goodwood Hall.  Pada tahun 1922, Goodwood Hall didaftarkan sebagai restaurant dan tempat hiburan.  Salah satu pertunjukan yang dibanggakan pada tahun-tahun itu adalah pertunjukan salah satu balerina dunia yang tersohor yakni Anna Pavlova.  Baru pada tahun 1929 Goodwood Hall dirubah menjadi Goodwood Park Hotel.

Pada masa Perang Dunia II,  selama pendudukan Jepang di Singapura, Goodwood Park Hotel dirubah menjadi tempat tinggal bagi serdadu Jepang yang berpangkat tinggi.  Setelah perang berakhir, bangunan ini difungsikan oleh Inggris sebagai Pengadilan Kejahatan Perang sebelum dikembalikan kepada Vivian Bath, ahli waris Manasseh pada tahun 1947.

Pada tahun 1963, Goodwood Park Hotel dibeli oleh Group Bank dari Malaysia dan pada tahun 1968 berpindah tangan lagi menjadi milik Tan Sri Khoo Teck Puat,  mantan Managing Director dari bank tersebut.  Sejak dipegang oleh Mrs. Mavis Oei, anak perempuan  almarhun Tan Sri Khoo Teck Puat yang  saat ini juga merupakan chairman dari hotel tersebut Goodwood Park Hotel telah mengalami panyak sekali renovasi dan perkembangan yang pesat.

Pada bulan September tahun lalu, bangunan hotel ini merayakan ulang tahunnya yang ke 110.

Address:

22 Scotts Road
Singapore 228221.

Tel: +65 6737 7411
Fax: +65 6732 8558

Room Rate:

S$.  300,-   –  S$ 700

Dates of  Stay

June 15 – 18, 2011

Room Number:  132

Separate living room

Direct access to the Main Pool

High ceiling and fan

daily complimentary fruit and chinese tea

Kembang Goela: The Isles of Colourful Spice

Soup Buntut Bakar

Categories:

Indonesian Fine Dining

Address:

Plaza Central Parking Lot

Jl. Jend. Sudirman Kav 47-48

Jakarta 12930

Indonesia

Telp: +62 21 520 5651

Opening Hours:

11:00 am  –  11:00 pm

Ambience:

Javanese-Colonial

Attire:

Formal

Price Range:

Rp  50.000 – Rp 100.000,- (USD 6 – 12) per person

Dates of   Visit:

June12, 2011,  dinner with Alfred, Junior, Ina Noe, Yosina HH, Lexi, Bella, Afnan, Neneng  and Aileen

Our Orders and the Prices:

Sosis 1 meter - Rp. 85.000,-

Iga Bakar Cabai Hijau   (Rp 95.000,-)
Nasi Bakar Cakalang   (Rp.  65.000,-)

Risjt Koening - Rp 65.000,-

Soup Buntut Bakar   (Rp.  87.500)

Oedang Kapitan Jongker   (Rp.  135.000,-)

Oseng Kecipir   (Rp.   40.000,-)

Nasi Langgi Lima Serangkai - Rp 60.000,-

Coffee    (Rp. 25.000,-)

Tea   (Rp.  25.000,-)

Rujak Iris - Rp. 25.000,-

Home Made Ice Cream  (Rp. 25.000,-)
Brownies Marble   (Rp.  45.000,-)

De Javanese Tape - Rp. 22.000,-

Snoqualmie Falls, Washington

Snoqualmie Falls

Sebenarnya lokasinya tidak jauh – hanya sekitar 45 menit – dari Seattle,  namun setelah tinggal lebih dari satu tahun di kawasan Seattle, kami baru mengunjungi tempat ini untuk pertama kalinya.  Tepatnya pada tanggal 4 April 2009.  Padahal  Snoqualmie Falls ini adalah salah satu atraksi wisata Washington yang paling terkenal.  Lebih dari satu setengah juta orang mengunjungi tempat ini setiap tahunnya.

The Falls from Snoqualmie Falls Park Viewing Point

Pemandangannya pun begitu indah dan spektakuler. Air terjun Snoqualmie atau Snoqualmie Falls ini meluncurkan airnya dari tebing granit setinggi  268 ft atau sekitar 82 meter.  Terletak di antara kota Snoqualmie dan Falls City di Negara Bagian Washington.

Pada kunjungan pertama kami, taman bagian bawah sedang ditutup untuk publik.  Jadi kami hanya bisa menikmati keindahan air terjun ini dari viewing gallery di Snoqualmie Falls Park bagian atas.   Merasa tidak puas dua setengah bulan kemudian, kami melakukan kunjungan kedua ke Snoqualmie Falls.  Kunjungan kedua ini pesertanya lumayan banyak.  Ada keluarga Soehedi yang terdiri dari mas Agung, Yani dan ketiga anak mereka; Sasha, Adi  dan Noval yang sudah tinggal di Amerika selama 10 tahun.  Ada juga adik saya, Meina dan anaknya Widya yang sedang liburan ke Seattle.  Ternyata …… Yani yang sudah tinggal 10 tahun di Seattle dan anak-anaknya belum pernah mengunjungi tempat ini.  Jadi bisa dibayangkan betapa hebohnya mereka.

Selain mengunjungi air terjun, Downtown Snoqualmie juga menarik untuk dikunjungi.  Sekedar untuk  jalan-jalan, ngopi atau makan siang.